TasteAtlas baru saja merilis daftar tahunan mereka yang mencakup 100 Destinasi Wisata Kuliner Terbaik di Dunia tahun 2025/26. Dalam hasil yang mengejutkan ini, beberapa kota di Indonesia berhasil masuk ke dalam daftar, meskipun harus bersaing dengan negara tetangga, Singapura.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, daftar ini disusun dari lebih dari 18.800 kota yang ada dalam basis data mereka. Dari angka tersebut, terdapat 590.228 peringkat makanan yang valid untuk 18.912 jenis makanan di seluruh dunia, yang menunjukkan betapa kompetitifnya kualitas kuliner di berbagai negara.
Dalam daftar tersebut, Jakarta menempati posisi ke-21 dengan skor 4,64 dari skala 5. Kota ini terkenal dengan kuliner ikoniknya, seperti nasi uduk, gado-gado, bubur ayam, dan soto betawi, yang wajib dicoba oleh setiap pengunjung.
Selain itu, restoran-restoran terkenal seperti 1945 Restaurant dan Lapo Marpadotbe menunjukkan kualitas tinggi dalam sajian mereka. Di posisi yang lebih rendah, Bandung berhasil menduduki peringkat ke-34 dengan skor 4,55 dan kekayaan kuliner seperti batagor dan mie kocok.
Penghargaan untuk Kuliner Jakarta dalam Daftar TasteAtlas 2025/26
Dengan menempati peringkat ke-21, Jakarta membuktikan bahwa kota ini memiliki beragam kuliner yang layak diapresiasi. Rasa dari setiap hidangan yang ditawarkan sudah diakui secara internasional, menjadikannya destinasi yang menggiurkan bagi para pecinta makanan.
Di Jakarta, beberapa makanan seperti nasi uduk dan soto betawi menjadi simbol budaya kuliner lokal yang tak lekang oleh waktu. Ketika berkunjung ke kota ini, tidak ada salahnya untuk mencicipi makanan-makanan tersebut yang sangat kaya rasa.
Restoran-restoran seperti 1945 Restaurant dan Bubur Ayam Barito dengan cepat menjadi favorit pengunjung. Dari sajian lokal hingga internasional, restoran ini menyajikan berbagai pilihan kuliner yang mengundang selera.
Menggali Kekayaan Kuliner di Kota Bandung
Bandung, yang berada di peringkat ke-34, juga tidak kalah menarik dengan kekayaan kuliner yang dimilikinya. Skor 4,55 yang diraihnya menjadi bukti bahwa makanan di kota ini memiliki daya tarik tersendiri. Beberapa hidangan populer seperti batagor dan serabi sering dicari oleh para wisatawan.
Dengan keberadaan restoran yang telah dikenal, seperti Warung Nasi Ibu Imas 81, Bandung menjadi tujuan yang tepat untuk menggali kuliner lokal. Makanan yang diolah dengan resep tradisional menjadikan pengalaman kuliner di kota ini semakin otentik.
Pengalaman mencicipi mie kocok atau nasi kuning yang disajikan di restoran lokal merupakan cara terbaik untuk mengenal budaya kuliner Bandung lebih dalam. Juara masakan daerah ini tidak hanya memuaskan rasa, tetapi juga menawarkan pengalaman sosial yang menyenangkan.
Menuju Peringkat Tinggi dengan Kuliner Yogyakarta dan Padang
Tidak hanya Jakarta dan Bandung, Yogyakarta dan Padang juga menunjukkan kualitas kuliner yang patut diacungi jempol. Meskipun tidak masuk dalam daftar teratas, kuliner dari kedua kota ini mencuri perhatian para pencinta makanan. Yogyakarta dikenal dengan nasi gudegnya yang khas dan Padang dengan rendang yang menjadi primadona.
Peringkat ke-45 yang diraih Padang dengan skor 4,51 menunjukkan bahwa kuliner Minang cukup berpengaruh di kancah internasional. Hidangan seperti sate Padang dan gulai pun sering kali di-highlight dalam festival kuliner.
Restoran-restoran di Padang seperti Lamun Ombak Rumah Makan berhasil menjaga tradisi kuliner sambil menawarkan inovasi di dalam menu mereka. Pengalaman menikmati hidangan di sini dapat menjadi salah satu hal yang tidak terlupakan bagi setiap pengunjung.
Kesimpulan tentang Peran Kuliner dalam Pariwisata Indonesia
Dari hasil yang dirilis oleh TasteAtlas, jelas bahwa kuliner memiliki peran penting dalam menarik minat wisatawan. Kota-kota seperti Jakarta dan Bandung tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga harus diakui sebagai pusat makanan yang kaya dan bervariasi.
Mempertahankan kualitas kuliner tentu bukanlah hal yang mudah, namun usaha tersebut perlu terus dilakukan untuk menarik lebih banyak wisatawan. Kuliner yang lezat dan otentik telah menjadi salah satu daya tarik utama yang membuat banyak orang datang ke Indonesia.
Dengan investasi dan perhatian lebih terhadap kuliner, kota-kota di Indonesia tentunya bisa terus memperbaiki peringkat mereka di level internasional. Hal ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk meningkatkan identitas kuliner Indonesia di mata dunia.
